﷽
Kajian Kak Yogi.
Parenting Bandung ISlamic Club. (BiSC)
Apakah benar apabila seorang ayah tidak memiliki peran yang besar dalam pendidikan anak maka akan memberikan dampak yang besar ? Menurut Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, seorang ulama dan ahli fikih terkenal dalam Islam, peran seorang ayah dalam pendidikan anak sangatlah penting. Dalam kitabnya, Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud, Ibnul Qayyim menekankan bahwa tanggung jawab mendidik anak tidak hanya dibebankan pada ibu, tetapi juga pada ayah. Ayah memiliki peran krusial dalam membentuk karakter, akhlak, dan kepribadian anak.
Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa jika seorang ayah mengabaikan perannya dalam pendidikan anak, hal ini dapat memberikan dampak negatif yang signifikan. Anak mungkin kehilangan figur yang kuat dan bijaksana dalam hidupnya, yang dapat memengaruhi perkembangan emosional, spiritual, dan sosialnya. Ayah adalah sosok yang seharusnya memberikan bimbingan, perlindungan, dan teladan dalam hal kebaikan dan ketakwaan.
Apabila anak telah menginjak usia remaja maka peran ayah akan semakin penting, adapun tema hari ini adalah Parents Team Work, Dalam kitab "Kaifa Turabbi Abnaaka" (كيف تربي أبناءك) salah satu karya yang membahas tentang metode pendidikan anak dalam Islam. Penulis kitab ini adalah Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu :
1. Bermain pada 7 tahun yang pertama.
2. Didiklah pada 7 tahun yang kedua.
3. Bersahabat pada 7 tahun berikutnya.
Pada fase ke 3 ini tidak dikekang namun diajarkan, ditemani dan didampingi, pada tahap ini juga kapasitas sexual setiap anak berkembang, ini yang harus menjadi perhatian dari orangtua, mereka harus dipenuhi kebutuhan perhatian dan cinta dari orangtuanya dan dipahamkam aqidah untuk mengetahui hal yang haram, dan hal yang berbahaya apabila mereka mencari kebahagiaan melalui media sosial yang banyak memberikan dampak negatif pada pola pikirnya (Brain Rooting).
Pada hasil journal 2024 kecanduan pornografi terjadi dari usia 10 tahun, dalam hasil survey yang lain udia 9 - 11 tahun sudah pernah melihat pornografi.
Fase tumbuh kembang remaja terdapat beberapa kebutuhan :
1. Fase membentuk harga diri dan identitas diri.
Hal ini dapat dicapai dengan membangun komunikasi yang baik dalam keluarga, membangun kepercayaan dengan anak, dan bersikap konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Apabila tidak mampu mendapatkan hal ini mereka akan kehilangan kemampuan mengenal identitas dirinya / misidentity. Bagaimana membangun karakter ini pada anak ? :
1) Membangun komunikasi yang baik.
2) Memberikan bahasa-bahasa cinta, perhatian dan "act of service".
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
**خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي**
(رواه الترمذي وابن ماجه وأحمد)
Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhuma, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
3) Menunjukkan kebanggaan terhadap anak. Apresiasi terhadap fase setiap keberhasilan anak sekecil apapun.
4) Komitmen dan disiplin terhadap aturan.
5) Fokus menemukan keterampilan dan minat mereka. Lakukan test dengan : ¹Membangun afirmasi & ²Mendorong minat mereka.
2. Fase intimacy / kedekatan personal.
Jurnal yang dipublish tahun 2024 kementrian kesehatan Indonesia angka bunuh diri yang tinggi didunia, bunuh diri merupakan pembunuh nomor 2 di Indonesia, dari penelitian pencetusnya adalah karena faktor percintaan. Berarti banyak masalah pemenuhan cinta dari keluarga yang kurang.
Intimacy harus diciptakan dan dibangun.
1) Orangtua kompak dalam berkomunikasi dan menunjukkan cinta.
2) Meningkatkan kualitas pembangunan diri anak.
Ajak anak berdiskusi dengan menanyakan :
1. Ceritakan tentang ayah dan bunda.
2. Ceritakan kelebihan dirinya.
3. Kelak apa yang mereka inginkan / cita-citakan.
Penggunaan gadget terbagi menjadi 2 hal yang perlu diperhatikan orangtua :
1. Safety : waktu, do and don't dan pemilihan konten.
2. Professional : penggunaan gadget menghasilkan konten yang baik dan tidak melanggar syariat.
Barakallahu fikum
Wa Jazakumullahu khair.
Sunday, February 9, 2025
Anti FOMO Club
Wednesday, February 5, 2025
40 Hadist Seputar Keluarga Samawa (Bagian 6)
﷽
Ustadz Yusuf Abu Ubaidah As-Sidawi hafizahullohuta'ala
Masjid Al-Aziz Jl. Soekarno Hatta No. 662 Bandung
Hadist 26 : Kewajiban Berbakti Kepada Orang Tua
عن ابن مسعود رضي الله عنه قال: سألت النبي صلى الله عليه وسلم: "أي العمل أحب إلى الله؟" فقال: "الصلاة على وقتها". قلت: ثم أي؟ قال: "بر الوالدين". قلت: ثم أي؟ قال: "الجهاد في سبيل الله".
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Amalan apa yang paling dicintai oleh Allah?” Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari no. 5970 dan Muslim no. 85)
Ibnu Mas'ud termasuk sabiqunal awalin, dan dari golongan muhajirin, dalam hal ini dicontohkan oleh beliau bertanya bila tidak mengetahui.
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan (ahli dzikir) jika kamu tidak mengetahui." (QS. An-Nahl: 43)
Pertanyaan pada hadist ini menanyakan "amalan apa yang paling dicintai" tujuannya agar dapat memprioritaskan amalan tersebut.
Faidah pada hadist ini :
1. Amal bertingkat-tingkat.
2. Penetapan sifat cinta pada Allah. Namun sifat Allah tidaklah sama dengan mahluk.
3. Keutamaan 3 amalan yang paling dicintai Allah.
4. Keutamaan berbakti kepada kedua orang tua dengan lebih mendahulukan amalan ini dari jihad.
Hadist 27 : Adil Terhadap Anak.
عن النعمان بن بشير رضي الله عنهما قال: أَتَانِي أَبِي بِعَطِيَّةٍ، فَقَالَتْ عَمْرَةُ بِنْتُ رَوَاحَةَ: لَا أَرْضَى حَتَّى تُشْهِدَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنِّي أَعْطَيْتُ ابْنِي مِنْ عَمْرَةَ بِنْتِ رَوَاحَةَ عَطِيَّةً، فَأَمَرَتْنِي أَنْ أُشْهِدَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَعْطَيْتَ سَائِرَ وَلَدِكَ مِثْلَ هَذَا؟» قَالَ: لَا، قَالَ: «فَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلَادِكُمْ».
Dari Nu’man bin Basyir d berkata: Ayahku pernah memberiku suatu pemberian, lalu ‘Amrah binti Rawahah berkata: Saya tidak ridha hingga engkau meminta Rasulullah n sebagai saksi atas pemberian tersebut, maka beliau datang kepada Rasulullah n seraya mengatakan: Saya memberi putraku namun Amrah binti Rawahah menyuruhku untuk meminta engkau sebagai saksi, lalu Nabi n bersabda: “Apakah engkau memberi semua anakmu hal yang serupa seperti ini?” Dia menjawab: Tidak. Maka Nabi bersabda: “Bertaqwalah kepada Allah dan berbuat adilah kepada anak-anak kalian”. Akhirnya diapun pulang dan mengembalikan pemberiannya”. (HR. Bukhari 2587 dan Muslim 1623).
Hadist ini menunjukkan wajibnya berbuat adil terhadap anak-anak kita.
Hadist 28 : Berbuat Baik Kepada Kerabat dan Tetangga.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
"صِلَةُ الرَّحِمِ، وَحُسْنُ الْخُلُقِ، وَحُسْنُ الْجِوَارِ، يَعْمُرْنَ الدِّيَارَ، وَيَزِدْنَ فِي الْأَعْمَارِ."
Dari Aisyah bahwasanya Nabi bersabda: “Menyambung silaturahmi dengan kerabat, berakhlak mulia dan berbuat baik kepada tetangga, memakmurkan rumah dan menambah panjang umur”.(HR. Ahmad 25259 dan dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 519)
Pada hadist ini terdapat 3 perbuatan :
1) Menjaga dan menyambung kekerabatan/ kekeluargaan.
2) Berahlak mulia dengan 3 hal :
1. Berbuat baik.
2. Tidak menyakiti.
3. Ramah pada orang.
3) Berbuat baik pada tetangga dengan 3 hal :
1. Berbuat baik dengan tetangga.
2. Memberi hadiah.
3. Bersabar terhadap kekurangan tetangga.
Hadist 29 : Menjaga Rahasia Rumah Tangga.
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
"إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ، ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا."
Dari Abu Sa’id Al Khudri dari Nabi beliau bersabda: “Termasuk manusia yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah di hari kiamat kelak adalah seorang suami istri yang bercumbu atau berhubungan badan kemudian dia menyebarkan rahasianya”(HR. Muslim 1437)
Hadist ini menunjukkan wajibnya menjaga rahasia rumah tangga, termasuk didalamnya menjaga rahasia dan aib pasangan, terutama dalam hadist ini adalah rahasia terkait hubungan badan, suami-istri digambarkan pada Al Qur'an sebagai pakaian dengan 3 fungi :
1. Fungsi pakaian untuk menutupi aurat.
2. Fungsi pakaian untuk melindungi.
3. Fungsi pakaian sebagai perhiasan atau keindahan.
Hadist 30 : Senda Gurau Bersama Keluarga.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:
"خَرَجْتُ مَعَ النَّبِيِّ ﷺ فِي سَفَرٍ وَأَنَا جَارِيَةٌ لَمْ أَحْمِلِ اللَّحْمَ، فَقَالَ لِأَصْحَابِهِ: تَقَدَّمُوا، ثُمَّ قَالَ لِي: تَعَالَيْ حَتَّى أُسَابِقَكِ، فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ، فَسَكَتَ عَنِّي، حَتَّى إِذَا حَمَلْتُ اللَّحْمَ وَبَطُؤْتُ وَخَرَجْتُ مَعَهُ فِي سَفَرٍ، قَالَ لِأَصْحَابِهِ: تَقَدَّمُوا، ثُمَّ قَالَ: تَعَالَيْ حَتَّى أُسَابِقَكِ، فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقَنِي، فَجَعَلَ يَضْحَكُ وَهُوَ يَقُولُ: هَذِهِ بِتِلْكَ السَّبْقَةِ."
Dari Aisyah bahwasanya dia bersama Nabi dalam suatu safar. Nabi mengajakku balapan lari dan aku pun memenangkannya. Namun tatkala aku lebih gemuk beliau yang memenangkan. Lalu Nabi n bersabda: “Ini balasan perlombaan yang sebelumnya”(HR. Abu Dawud 2578 dan Ibnu Majah 1979 dan dishahihkan Al Albani).
Hadist ini menunjukkan pentingnya bersenda gurau dengan keluarga. Dan Rasulullah adalah contoh terbaik dalam berahlak pada keluarga.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ:
"خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي."
"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku." (HR. Tirmidzi No. 3895, Ibnu Majah No. 1977, dan dishahihkan oleh Al-Albani)
Fadhillah hadist :
1. Baik dan berlemah lembut dengan keluarga.
2. Mencontoh Nabi dalam berahlak pada keluarga.
Hadist 31 : Menundukkan Pandangan dari Hal Hal Haram.
عن جرير بن عبد الله قال: سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم عن نظر الفجاءة، فأمرني أن أصرف بصري.
Dari Jarir bin Abdillah berkata : Saya bertanya Rasulullah tentang pandangan spontanitas maka beliau memerintahkan kepadaku untuk menundukkan pandanganku. (HR. Muslim 2159)
Menjaga pandangan dari memandang hal yang haram adalah hal yang berat, terutama pada masa kini adalah dalam kesendirian dengan gadget.
Hadist 32 : Bila Suami Tergoda.
عن جابر قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن المرأة تُقبل في صورة شيطان، وتُدبر في صورة شيطان، فإذا أبصر أحدكم امرأة فليأت أهله، فإن ذلك يرد ما في نفسه.
Dari Jabir berkata: Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya wanita datang dalam bentuk syetan/menggoda dan pergi dengan bentuk syetan/menggoda. Maka bila seorang diantara kalian melihat wanita yang bisa menggoda imannya maka hendaknya dia mendatangi istrinya karena pada istrinya terdapat hal yang bisa meredam gejolak syahwat pada dirinya.”(HR. Muslim 1403)
Apabila seseorang tergoda syahwat maka hendaknya segera melampiaskan syahwatnya kepada pasangannya.
عَنْ أَبِي ذَرٍّ رضي الله عنه، أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺ قَالُوا لِلنَّبِيِّ ﷺ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالأُجُورِ، يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ، وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ. قَالَ: «أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ؟ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً، وَأَمْرٌ بِمَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ، وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ». قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيَأْتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟ قَالَ: «أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ، أَكَانَ عَلَيْهِ وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ».
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, bahwa beberapa sahabat Nabi ﷺ berkata kepada beliau:
"Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah membawa semua pahala! Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka."
Rasulullah ﷺ bersabda: "Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian sesuatu yang bisa kalian sedekahkan? Sesungguhnya setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan di dalam hubungan suami-istri kalian juga terdapat sedekah."
Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah jika salah seorang dari kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala?"
Rasulullah ﷺ menjawab: "Bagaimana menurut kalian jika dia menyalurkannya di jalan yang haram, bukankah ia mendapatkan dosa? Maka demikian pula jika ia menyalurkannya di jalan yang halal, ia mendapatkan pahala." (HR. Muslim, No. 1006)
Barakallahu fikum.
Wa Jazakumullahu khair.
Saturday, February 1, 2025
Pendidikan Dalam Bingkai Syariat - Kuttab Labib
﷽
Ustadz Hafidz Abdurrahman hafizahullohuta'ala.
Pendidikan dalam bingkai syariat.
Membentuk dan mempersiapkan seorang muslim dalam segala aspek dalam bingkai syariat untuk kehidupan dunia dan akhirat.
Hati berada dalam pengaturan Allah, sebagaimana hadits :
إِنَّ قُلُوبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَٰنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ كَيْفَ يَشَاءُ
"Sesungguhnya hati-hati anak Adam semuanya berada di antara dua jari dari jari-jari (Allah) Ar-Rahman, seperti satu hati. Dia membolak-balikkannya sesuai dengan yang Dia kehendaki." (HR. Muslim, no. 2654)
Salah satu doa yang diajarkan Nabi ﷺ adalah :
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu." (HR. Tirmidzi, no. 2140)
Aspek penting dalam tarbiyah anak :
1. Tarbiyah Imaniyah (keimanan).
Pada dasarnya setiap anak lahir dalam keadaan fitrah yaitu islam, maka tugas orangtua adalah menjaga fitrah ini.
مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi."
(HR. Bukhari No. 1358, Muslim No. 2658)
Tugas orangtua adalah menjaga fitrah anak dan memberikan pendidikan yang baik bagi anak dalam 3 tempat ; ¹ Keluarga, ²Sekolah dan ³Masyarakat.
2. Tarbiyah Ahlak.
Ahlak adalah potret yang melekat pada jiwa seseorang, yang mendorong seseorang melakukan perbuatan alamiah.
Agar anak memiliki karakter islami maka perlu dididik dari awal saat masih kecil karena ketika telah dewasa maka akan susah untuk dibentuk. Pendidikan yang dilakukan secara berkesinambungan akan melekat pada jiwa dan kepribadian anak melalui alam bawah sadarnya dari apa yang dilihat, diajarkan dan dirasakan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka, serta selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahrim: 6)
3. Tarbiyah Jismiyah (Jasmani).
Pendidikan jasmani, pada umumnya banyak orangtua lebih fokus memperhatikan pada jasmani anak dibandingkan keimanan anak.
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian."
(HR. Muslim No. 2564)
Maka sebagai orangtua hendaknya menekankan perhatian lebih besar pada keimanan anak dengan tidak mengabaikan kondisi jasmani anak.
4. Tarbiyah Akliyah (Akal).
Mendidik dan merangsang kemampuan anak untuk berkembang dengan melatih akal mereka, check apa yang dilakukan, dipelajari dan ditonton anak karena hal tersebut memberikan pengaruh pada akal anak.
5. Tarbiyah Nafs (Nafsu)
Mendidik anak untuk berempati, belajar memaafkan sehingga jiwanya terdidik dan tumbuh menjadi anak yang memiliki jiwa yang besar dan mampu bertahan dalam menempuh kesulitan.
6. Tarbiyah Istimaiah (Sosial)
Mendidik anak dalam kehidupan dan interaksi sosialnya. Memberikan batasan yang cukup agar anak dapat bersosialisasi dengan baik dengan kerasnya kehidupan.
7. Tarbiyah Jinsiyah (Seksual)
Mengajarkan anak cara berpakaian yang benar, mengajarkan anak batasan pergaulan mana yang mahrom dan mana yang bukan, seperti apa batasan sexual yang diatur dalam syariat.
Barakallahu fiikum.
Jazakumullahu khair
Anti FOMO Club
﷽ Kajian Kak Yogi. Parenting Bandung ISlamic Club. (BiSC) Apakah benar apabila seorang ayah tidak memiliki peran yang besar dalam pendidika...
-
﷽ This is just a 5 minutes article on howto install Anydesk on Debian based Linux (Kali/Parrot/Ubuntu). # Update and preparation : $ s...
-
﷽ Walkthrough WebGoat Assignment Crypto Basics #8 : First run the docker as requested : docker run -d webgoat/assignments:findthesecret ...